KONSPIRASI MEDIA SEBAGAI PERS KONSTRUKTIF

Oleh : Riky Rakhmadani

Sumber Gambar : https://geotimes.co.id/wp-content/uploads/2018/03/06

Media merupakan suatu perantara penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan dengan maksud memberi informasi. Dengan media, mengantarkan kita pada sebuah wawasan informasi yang menambah pandangan kita terhadap suatu hal. Media sangat penting diperlukan tatkala menjadi sebuah referensi atau rujukan yang informatif. Kerangka media menyediakan ruang dan sisi sebagai bagian dari perkembangan media. Media sebagai sebuah industri budaya modern yang di dalamnya mengandung makna komodifikasi ekonomi komersial. Terlepas dari dampak positif dan negatif dari media itu sendiri, permasalahan media muncul tatkala kemunculan media itu tidak dipergunakan sebaik-baiknya dan secerdas-cerdasnya sehingga menimbulkan pola destruktif di masyarakat. Ya, kemunculan media sebagai transmisi pesan harusnya menjadi gerbang utama dalam menyalurkan dan menginformasikan informasi kepada khalayak atau umum sehingga menimbulkan umpan balik (feedback) yang baik pula. Kecanggihan media dari waktu ke waktu tidaklah bisa kita pungkiri.

 Perkembangan media yang pesat di era digital ini merambah menuju pemberitaan informasi yang bohong atau yang biasa disebut hoax. Pemberitaan saat ini kian gencar memberitakan entah untuk informatif atau hanya sensasional belaka. Konstruksi dalam sebuah media perlu dipertanyakan kembali. Apakah media masih sejalan dengan proses penyampaian pesan yang utuh dan informatif atau hanya sekadar alat yang digunakan untuk sensasional belaka. Konsekuensi media juga harus dipertimbangkan tatkala memberitakan berita yang tidak jelas atau bahkan berdampak ambigu.

Tatkala bencana alam terjadi, media mempunyai teropong besar yang mampu mencari informasi, menggali informasi, dan memverifikasi informasi yang substantional maupun praktis. Hal ini salah satu transmisi media yang destruktif, dimana seharusnya peran media membantu menginformasikan kondisi sebenarnya yang terjadi membuat masyarakat takut dan berakibat pada disintegrasi informasi. Masyarakat memercayai betul peran media yang konstruktif yang mampu menjembatani bagi mereka dalam mengetahui sesuatu, namun pemberitaan bohong yang beredar dimana-mana membuat masyarakat resah dan heran, mengapa dalam kondisi saat ini masih saja terjadi pemberitaan bohong yang muncul. Oleh karena itu sebagai  bagian media, peran media harus mampu menjembatani informasi yang menyeluruh dan utuh agar tidak timbul disinformasi di masyarakat.

Peran media sebagai media informasi dipertanggungjawabkan dalam semua pemberitaan informasi. Peran media yang konstruktif ditunggu oleh khalayak atau umum sebagai media yang transparan dan akuntabel.  Dari berbagai kasus yang terjadi saat ini di Indonesia, media merupakan penyokong pesan yang informatif, transparan, dan menyeluruh. Konsekuensi peran media yang dituntut menyediakan informasi yang informatif menjadi tantangan tersendiri. Peran media seharusnya konstruktif ditengah era digital saat ini yang berupaya penuh menjadi partner masyarakat agar tercipta budaya literasi di tengah masyarakat. Letak geografis di Indonesia bukan menjadi halangan dalam pemberitaan informatif kepada masyarakat. Peran media yang menjadi penyalur informasi dituntut untuk menjadikan informasi yang utuh. Kegagalan informasi yang menimbulkan keresahan di masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang besar dari peran media itu sendiri. Kontinuitas dalam media yang informatif menjadikan peran media semakin dipercaya oleh masyarakat. Media bukan hanya sebagai pengantar informasi namun juga  mampu dipercaya oleh masyarakat. Melek media menjadi hal yang tak boleh dipisahkan agar tercipta konvergensi antar masyarakat. Peran media di tengah kondisi masyarakat harus menengahkan pemberitaan yang akuntabel dan verifikatif agar informasi yang diterima masyarakat tidak simpang siur. Oleh karenanya, peran media konstruktif menjadi suatu keharusan dalam sebuah pemberitaan informasi agar tercipta keselarasan informasi yang disampaikan oleh media dan yang diterima oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *