Cerita Akhir Penunggakan Gaji di Unesa

Salah satu pegawai menunjukkan gaji.

Hasil investigasi wartawan pers Gema mengenai peristiwa mogok kerja pegawai foodcourt yang dimuat (http://gema.unesa.ac.id/2018/11/13/mogok-kerja-dan-buntut-transisi-bpu/) menunjukkan adanya i’tikad baik oleh pihak BPU (Badan Pengawas Usaha) Unesa yaitu akan diterbitkannya SK (Surat Keputusan) serta pemenuhan gaji yang tertunggak selama dua bulan untuk sembilan pegawai foodcourt baseball unesa, tujuh pegawai rusunawa, satu pegawai unipress dan dua pegawai pusat bahasa dalam waktu dekat.

Salah satu karyawan mendapatkan gajinya dan menunjukan setelah 2 bulan gajinya tertunda

I’tikad tersebut terjawab dengan adanya surat undangan pertemuan kepada 19 pegawai dengan tiga sub bagian Birokrasi yang bersangkutan yaitu sub bagian keuangan, sub bagian kepagawaian dan sub bagian badan pengelola usaha Unesa di Gedung Rektorat lantai lima ruang kepegawaian. Tujuan pertemuan tersebut guna memberikan pemahaman kepada para pegawai mengenai gaji mereka yang tidak dibayar selama 2 bulan terakhir dan penanda tanganan kontrak kerja.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu, bukan kami bermaksud untuk membohongi atau mengkhianati saudara sekalian, akan tetapi kami sedang melakukan penataan kembali sistem gaji saudara sekalian, agar tidak terjadi kembali  temuan-temuan yang mencurigakan oleh BPK (Badan Pengawas Keuangan) yang sama di tahun 2017” tegas Prof. Yoyok selaku kepala BPU dihadapan 19 pegawai yang hadir.

Penjelasan selanjutnya disampaikan oleh kepala bagian keuangan Unesa yang menyatakan bahwa benar apa yang disampaikan Prof. Yoyok bahwa Unesa sedang babat alas di birokrasi Unesa, agar tidak ada lagi temuan-temuan mencurigakan oleh BPK. Sehingga kami sedang merapikan ini semua. “Jadi karena Unesa adalah perguruan tinggi negeri milik negara, maka setiap proses keluar masuknya uang dari rekening kampus akan diaudit atau diawasi oleh negara” pangkas kepala bagaian keuangan sebelum meninggalkan tempat.

Pertemuan dilanjutkan dengan penanda tanganan kontrak kerja oleh seluruh pegawai yang bersangkutan serta penyerahan gaji untuk bulan September dan Oktober. Selanjutnya pegawai tersebut telah memiliki SK legal sebagai pegawai di unit masing-masing yang berlaku hingga bulan Desember 2018. Kemudian para pekerja juga diharuskan untuk melakukan presensi manual, bagi pegawai di Ketintang presensi dapat dilakukan di kantor BPU sedangkan presensi pegawai di Lidah Wetan dapat dilakukan di ruang kepegawaian rektorat. (ftn/yan/ah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *