PENINGKATAN MOTORIK MELALUI MODEREN BAGI SISWA TUNAGRAHITA DI SLB SISWA BUDHI, SURABAYA

Tim PKM-M MODEREN dari Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya yang
beranggotakan :

foto monev
  1. Febryansah Gilang Aris Pradana (S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi 2016)
  2. Ain Fary Setyaningsih (S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi 2016)
  3. Rosi Nur Rahmawati (S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi 2016)
  4. Anna Nur Annisa (S1 Pendidikan Luar Biasa 2016)
  5. Risqan Agusta Tinha (S1 Ilmu Keolahragaan 2015)
  6. Dwi Lorry Juniarisca, S.Pd., M.Ed. ( Dosen Pembimbing)
foto bersama tunagrahita di SLB Siswa Budhi Surabaya

Pemberian variasi materi dan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pembelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) di SLB Siswa Budhi Surabaya dirasa masih sangat minim. Padahal hal tersebut penting untuk meningkatkan aktivitas gerak siswa tunagrahita yang berdampak pada kualitas motorik kasar siswa tunagrahita. Hal itu lah yang
melatar belakangi Tim PKM-M dari Fakultas Ilmu Olahraga Unesa, membuat sebuah model
pembelajaran yang diberi nama MODEREN (Motoric Development for Special Children). MODEREN merupakan sebuah model pembelajaran menggunakan alat modifikasi yang dapat digunakan dalam permainan pada saat pembelajaran. Pengembangan MODEREN dilakukan menggunakan desain Research and Development melalui 4 tahap, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, dan uji coba. Jumlah subjek yang terlibat sebanyak 8 siswa kelas 3 – 6, yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Motorik kasar siswa diukur menggunakan teknik observasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Pembelajaran menggunakan model MODEREN bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar siswa tunagrahita ringan, melatih keberanian, serta menjalin interaksi dan kerja sama antar siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *