PENGOLAH LIMBAH IKAN ASAP MENGGUNAKAN SMART SMOKE CONDENSOR

Terinspirasi dari proses pengasapan ikan secara
tradisional dengan menggunakan peralatan sederhana
serta yang paling menjadi perhatian adalah asap
hasil pembakaran langsung terbuang ke lingkungan,
sehingga menyebabkan polusi udara yang dapat
mengakibatkan mayoritas warga sekitar mengidap
penyakit pernapasan. Hal ini menjadi sorotan Maha‐
siswa Universitas Negeri Surabaya untuk membuat
Inovasi ” Rancang Bangun Tungku Pengasapn Ikan
yang Dilengkapai dengan SMAKCOND ( Smart
Smoke Condensor ) Penerapan Teknologi
Kondensator Pen‐ golah Asap Cair Sebagai Solusi
Pemanfaatan Limbah pada Pengolahan Ikan Asap
untuk UKM Ikan Asap.

Proses kerja alat pengasapan ikan double barel,
tempurung kelapa dipanaskan pada barel pertama
sampai mencapai suhu yang diinginkan, ketika suhu
tercapai maka katup yang berada di antara kedua
barel tersebut akan dibuka sehingga asap yang
berada di barel pertama akan naik ke atas atau ke
barel kedua, asap akan menyelimuti ikan dan terjadi
proses pengasapan ikan selanjutnya asap
pengasapan ikan akan menuju corong shell and tube
karena adanya perbedaan tekanan antara barel dan
shell and tube, pada shell and tube terjadi proses
kondensasi, dimana asap akan didinginkan sehingga
asap akan berubah fase menjadi cair, asap yang

biasanya dibuang kelingkungan pada alat pengasapan
konvensional

diubah menjadi asap cair yang dapat dimanfaatkan,
selain itu dengan adanya inovasi alat pengasapan ini
lingkungan tidak tercemari oleh polusi udara.

Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya tersebut
adalah kelompok PKM-T yang beranggotakan:

  1. Arifani Catri Mutia (Pendidikan Teknik Mesin)
  2. Nurlan Afandi (Teknik Mesin)
  3. Nugroho Bayu Aji (Pendidikan Teknik Mesin)
  4. Ade Priyo Widhikdho (Pendidikan Teknik Mesin)
  5. Mega Surya Agustin (Pendidikan Teknik Elektro)
    Dengan Dosen Pembimbing Ir. Dwi Heru Sutjahjo,
    M.T. Dimana kelompok PKM-T ini telah dinyatakan
    lolos PIMNAS 31 yang akan diselenggarakan di
    Universitas Negeri Yogyakarta. Untuk itu mohon doa
    dan dukungan dari warga Universitas Negeri
    Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *