Safari untuk Mendapat Simpati?

Oleh : Pudja Servita H

Mahasiswa Unesa

Lucu sekali ketika mendengar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) telah menjadwalkan bersafari ke beberapa Ormek (Organisasi Mahasiswa Eksternal Kampus).

Seminggu setelah acara berlangsung, mereka pun melakukan agenda safari Ormek. Dalam safari tersebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mengatakan bahwasanya telah menyenggol Ormek selain PB HMI (yang kala itu memberi sambutan di atas podium dengan menggunakan atribut) ketika mengadakan Seminar Nasional dan Launching BEM pada Rabu 23 Mei dengan tema “Peran Pendidikan Karakter : dalam Upaya Menangkal Radikalisme”. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) megklarifikasikan secara panjang lebar dan meminta maaf kepada Ormek lain atas (yang katanya) terjadinya kecelakaan tersebut.

Bukankah ketika terjadi kecelakaan ada pertolongan pertama? Misal menghentikan acara, karena secara jelas melanggar Keputusan Direktur Jendral Pendidkan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 26/DIKTI/KEP/2002 Tentang Pelarangan Organisasi Ekstra Kampus Atau Partai Politik Dalam Kehidupan Kampus.

Tetapi yang saya lihat kala itu acara tetap berjalan dengan hikmat sampai akhir acara. Apakah Badan Eksekutif Mahasiswa tidak mau menghentikan acara tersebut, ataukah tidak mempunyai keberanian sama sekali untuk menghentikan, atau bahkan orang-orang setingkat Badan Eksekutif sama sekali tidak mengetahui tentang peraturan itu.

Selang waktu beberapa hari setelah acara Seminar Nasional dan Launching BEM, beberapa tulisan tentang keberpihakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) muncul dan setelah itu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mengakui bahwa telah melanggar Keputusan Direktur Jendral Pendidkan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 26/DIKTI/KEP/2002 Tentang Pelarangan Organisasi Ekstra Kampus Atau Partai Politik Dalam Kehidupan Kampus. Merekapun melakukan agenda safari Ormek untuk mengklarifikasi dan meminta maaf.

Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah bagaimana mungkin acara yang diadakan secara umum dan dihadiri oleh mahasiswa Unesa tetapi meminta maaf hanya kepada Ormek (Organisasi Mahasiswa Eksternal Kampus)? Bukankah UNESA MILIK KITA BERSAMA. Kok ya ndagel tok ae.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *