Upaya Peningkatan Budaya Literasi, Mahasiswa Unesa Ajarkan Dengan Media Unik Berbasis Islami

Surabaya—Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni mengadakan program literasi dengan judul Pembelajaran Ngaji Rumah Islami Eksistensi Kreatifitas Literasi yang Efektif dan Inofatif (Lari Estafet). Program ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam peningkatan budaya literasi di Indonesia, khususnya bagi para santri di TPQ. Program ini dilaksanakan di TPQ AL-QOLAM Surabaya. (21/5)

Pembelajaran literasi sering disangkut pautkan dengan kegiatan yang membosankan, seperti membaca buku dan menulis . Dengan itu program Lari Estafet ini menggunakan media yang berbeda dalam pengajarannya, yakni salah satunya dengan media wayang-wayangan. Media ini dianggap sangat ampuh karena menghadirkan gambar yang dapat menarik perhatian para santri. Program ini dilaksanakan dengan mengajar para santri cara membuat cerpen islami dari gambar media wayang-wayangan.

Kepala TPQ AL-QOLAM Surabaya, Zainul Arifin mengatakan bahwa para santri begitu antusias dalam mengikuti program ini. Bisa dilihat dari para santri yang berebut menyampaikan cerita yang telah mereka buat melalui media wayang-wayangan tersebut.  Selain itu, salah satu santri TPQ yakni Rangga nama akrabnya juga merasa bahwa pembelajaran di Lari Estafet ini sangat menyenangkan.

“saya senang karena mbak-mbaknya baik, banyak hadiah juga. Saya kira akan membosankan karena membuat cerpen, tapi banyak permainannya jadi seru dan gak bosen.” Ujar Rangga. (Intan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *