Berpancasila di Zaman Milenial

Oleh :  Rosalia Rusanti

Setiap negara baru yang terlahir tentu memiliki pedoman untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang disebut dengan ideologi. Ideologi lahir dari konsep-konsep abstrak yang berangsur-angsur tumbuh dan berkembang bersama dengan tumbuh kembangnya masyarakat. Konsep-konsep tersebut kemudian mengakui adanya nilai dasar sehingga nilai tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran dan dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan negara dalam bentuk norma-norma.

Tidak terkecuali dengan Indonesia. Indonesia memiliki ideologi yang kuat dan mengandung nilai-nilai positif yang disebut dengan Pancasila. Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang isi dan inti ajarannya berisikan pedoman manusia dalam berperilaku. Pancasila tidak terbentuk dengan sendirinya, namun Pancasila terbentuk melalui proses panjang dalam sejarah bangsa Indonesia. Pancasila sendiri dibuat oleh pemimpin bangsa Indonesia sebagai dasar hukum negara tertinggi yang harusnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Mengingat perjalanan terbentuknya ideologi tersebut, Indonesia berupaya untuk melestarikan ideologinya agar tidak luntur dan tergantikan oleh ideologi lain. Sehingga Indonesia menerapkan kehidupan negara dengan politik dan demokrasinya adalah politik dan demokrasi Pancasila. Pancasila menjadi pondasi utama bangsa Indonesia sehingga mampu berdiri sampai sekarang. Pancasila bisa beradaptasi disegala zaman dan dalam kondisi apapun Pancasila tetap relevan diterapkan di Indonesia.

Menyadari bahwa Indonesia adalah negara plural dan multikultural maka dari itu, tanpa Pancasila Indonesia tidak mungkin bisa menjadi negara kesatuan seperti saat ini. Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Antara lain nilai luhur dan nilai dasar yang bersifat tetap serta nilai instrumental, nilai praktis dan nilai teknis yang dapat disesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman. Tetapi pada kenyataannya sekarang, meskipun telah mengandung nilai-nilai positif Pancasila masih saja dikhianati oleh masyarakat Indonesia sendiri.

Sila-sila Pancasila sering kali penerapannya disalahtafsirkan. Bukan hanya saat ini saja, tetapi kesalahan itu sudah bermula sejak masa orde lama. Ketika Orde Lama, Pancasila disalahtafsirkan berupa Trisila hingga Ekasila. Selain itu, salah penafsiran sila-sila Pancasila juga terjadi ketika Orde Baru yaitu mulai lunturnya nilai-nilai Pancasila dan menguatnya nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila. Hal ini dikarenakan adanya pemerintahan otoriter yang membuat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Pancasila perlahan-lahan mulai memudar.

Apalagi sekarang, kondisi di Indonesia banyak yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Baik secara sadar maupun tidak, nilai pancasila semakin hari semakin tidak dihiraukan. Hal ini dapat dilihat dari generasi muda yang masih banyak tidak hafal dengan simbol dari butir-butir pancasila serta paham akan makna yang tertuang dalam Pancasila. Banyak yang mengaku cinta tanah air, cinta negeri, cinta bangsa, namun pada kenyataannya masih banyak yang membuat kerusuhan terutama para generasi muda sebagai penyongsong Indonesia di masa depan.

Kerusakan moral maupun karakter anak bangsa kian menjadi dan semakin tak terkontrol. Terbukti dengan banyak terjadinya perkelahian pelajar, pemakaian narkoba di kalangan muda bahkan peristiwa yang baru-baru ini terjadi yaitu bom bunuh diri pun melibatkan generasi muda. Kejadian tersebut membuktikan merosotnya karakter dan etikat baik yang ada dalam diri generasi muda. Seharusnya mereka sudah bisa memahami dan bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta mampu menanamkan moral baik kepada orang-orang yang berada di lingkungan sekitarnya.

Untuk menyelesaikan masalah di sebuah negara besar tidak cukup upaya dari pemerintah saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat harus sadar bahwa mereka juga berkewajiban untuk menjaga keutuhan negaranya. Semua masyarakat Indonesia khususnya para generasi penerus harus merenungkan kembali apa makna sesungguhnya yang harus diamalkan dari adanya ideologi sebuah bangsa. Para pemuda diharapkan mampu melakukan hal-hal yang positif demi kemajuan bangsa Indonesia. Agar jangan sampai Indonesia terpecah-belah hanya karena terkecoh dengan tindakan-tindakan radikal yang mengatasnamakan Indonesia dan Pancasila. Padahal sebenarnya, tindakan tersebut merupakan taktik dari sebagian kecil oknum yang menginginkan keruntuhan Pancasila.

Peran orang tua, lingkungan, pendidikan formal maupun non formal serta pemerintah sangat diperlukan untuk penanaman moral dan karakteristik kebangsaan agar sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia. Orang tua merupakan peran utama yang harus memperkenalkan agama dan cara menjadi warga negara yang baik serta melakukan pengawasan terhadap tindakan yang dilakukan anak dalam pergaulannya. Harus mengetahui lingkungan di mana anaknya bergaul, karena meski orang tua telah membekali akhlak yang baik tetapi lingkungannya tidak benar tetap bisa terjerumus. Apabila orang tua selalu memberi perhatian, anak-anak akan selamat dalam menghadapi pergaulan di zaman seperti sekarang.

Pendidikan berpotensi untuk mendalami lebih dalam mengenai bagaimana cara untuk mencintai, menghormati, dan menghargai bangsa. Agar Pancasila tidak dipandang sebelah mata dan tetap dijunjung tinggi oleh seluruh masyarakat demi Indonesia yang lebih baik, seharusnya pemerintah harus cepat untuk melemahkan kekuatan-kekuatan yang non-Pancasilais. Tindakan yang diambil juga harus secara nyata dan tegas bukan hanya sebuah wacana yang tak berujung.

Pemerintah harus bisa dipercaya dan bertanggung jawab agar masyarakat tetap percaya kepada pemerintah terhadap peraturan yang telah dibuat. Diharapkan pemerintah tanggap dan sudah memiliki solusi sebelum masalah-masalah baru terjadi supaya tidak membuat negara menjadi semakin kacau. Hal-hal seperti itu dapat dijadikan sebagai dasar untuk menanamkan karakteristik dan mengembalikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila.

Kerja sama dalam menjadikan karakter bangsa yang baik merupakan kewajiban seluruh masyarakat Indonesia. Karakter dan moral yang sesuai dengan Pancasila secara perlahaan akan menjadikan Indonesia kaya akan sumber daya manusia yang cinta tanah air dengan sepenuh hati. Sehingga mampu membawa Indonesia menjadi negara yang lebih bermartabat.

 

*Biodata Penulis :

Nama        : Rosalia Rusanti
No. HP     : 081235660932
Alamat      : Jln. Bendungan Sampean Baru no. A11, Sigura-Gura, Malang
Status        : Mahasiswi
Aktivitas    : Kuliah di Universitas Brawijaya Jurusan Manajemen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *