BEM Unesa Pray for Surabaya & Sidoarjo.

Suasana Refleksi di tepi Ranunesa Ketintang aksi solidaritas tragedi Bom bunuh diri yang terjadi selama dua hari di Surabaya (14/5).

Unesa, Senin (14/5). Di tepian Ranunesa malam tadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Surabaya menggelar Refleksi Toleransi Solidaritas Umat Beragama. Spanduk bertuliskan BEM UNESA PRAY FOR SBY & SDA yang terbentang di lantai dengan dikelilingi lilin sebagai tanda duka. Puluhan massa dari berbagai fakultas selingkung Unesa hadir dengan mengenakan baju hitam. Pembacaan puisi dan orasi tidak luput disampaikan oleh Mahasiswa yang tergabung dalam acara tersebut.

Surabaya dalam dua hari ini sedang diteror Bom. Beberapa lokasi peledakan Bom pada hari Minggu yaitu 3 Gereja, satu Rusun, serta pada Senin di Mapolrestabes Surabaya. Terdapat 17 orang meninggal dan 41 luka-luka. Hal ini membuat warga Surabaya takut keluar rumah demikian juga Mahasiswa Unesa takut untuk berangkat kuliah.

Mahasiswa Unesa agar tetap tenang dan kuliah seperti biasanya. TIdak perlu takut akan adanya ancaman Bom. “Saya himbau untuk teman-teman warga Unesa khususnya, biar tenang bahwasanya itu kita sebenarnya bisa melawan aksi tersebut dengan pemikiran kita yang bisa melawan itu”. Ucap Abdi Presiden Mahasiswa Unesa saat ditemui seusai acara Refleksi.

Pria yang berasal dari Jombang ini juga mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk tidak takut dan menjungjung perdamaian. Semua golongan agar bersatu melawan terorisme yang menjadikan warga Surabaya resah. Tidak ada tempat untuk Teroris. Terorisme harus hilang dari muka bumi ini.  (Sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *