JUNJUNG TINGGI DEMOKRASI. RASIONAL DALAM MEMILIH!

Dari kiri, Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag, Prof. Dr. Warsono, M.S., Nur Syamsi, S.Pd.

Dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda pada pesta demokrasi Jawa Timur. IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) UNESA menyelenggarakan Sosialisasi tatap muka yang dihadiri oleh 110 peserta dengan tiga pembicara yaitu Prof.Dr. Warsono M.S. selaku Rektor Universitas Negeri Surabaya, Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya dan Ketua Komisioner KPU Jawa Timur yang diwakili oleh Nur Syamsi,S.Pd tidak lain adalah Ketua KPU Kota Surabaya.

Di tahun 2018 tepatnya bulan Juni akan ada Pemilihan Umum serentak. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemilih muda khususnya mahasiswa dalam partisipasi pesta demokrasi di Jawa Timur. Prof. Warsono M.S. menjelaskan bahwa  ada tiga hal yang membuat Pesta Demokrasi itu dikatakan berhasil. Tingkat Partisipasi Tinggi, menghasilkan pemimpin yang terbaik, menyelenggaraan berjalan lancar dan tertib.

“Memang memilih adalah hak, memilih pemimpin yang akan dipilih dan tidak boleh ada intervensi dari pihak lain itu termasuk hak dalam memilih. Sedangkan memilih untuk datang ke TPS adalah wajib”. Ujar Rektor yang pernah menjadi mahasiswa jurusan Filsafat ini.

Sedangkan jika ditinjau dari sudut pandang Islam penjelasan Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Demokrasi sudah ada di jaman Rasulullah. Ada hadits berbunyi “Ketika kalian berjumlah tiga orang dalam perjalanan, maka salah satu diantara kalian jadikanlah pemimpin” (HR. Ahmad). Betapa pentingnya pemimipin dalam satu perjalanan bahkan kalau sekarang dalam cakupan wilayah.

Ada beberapa kejadian yang sering dijumpai oleh Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Surabaya ini. Ketika di lapangan masih ada masyarakat yang pemikirannya radikal yang mana tidak ikut Pemilu karena demokrasi. Padahal jika dimaknai lebih dalam demokrasi itu merupakan sistem pemerintahan rasional terbaik dalam proses pengambilan keputusan karena, melibatkan rakyat. Jika, dirasa hal tersebut  bertentangan dengan Islam. Justru, kita harus mampu memberikan nilai-nilai ajaran Islam di dalamnya.

Nur Syamsi mengatakan “Tujuan demokrasi adalah kesejahteraan rakyat”. Selain itu mahasiswa merupakan salah satu diantara banyakanya rakyat yang memiliki hak pilih.

Kendala yang dialami bangsa Indonesia bahkan dunia hari ini yaitu maraknya politik hoax, politik uang juga isu yang dibuat-buat hingga menyerang SARA yang memang sangat gawat jika tidak dihentikan. Seperti di salah satu desa di Jombang , jika tidak diberi uang maka tidak mau milih. Seharusnya  kita sebagai mahasiswa memberikan edukasi agar tidak gagap mengenai pesta demorasi. Selain itu mahasiswa juga merupakan salah satu diantara banyaknya rakyat yang memiliki hak pilih. Sedangkan menurut Prof. Warsono, “politik hoax bisa dilawan dengan sikap kritis, jangan mudah percaya terhadap isu-isu yang ada apalagi di Jawa Timur memiliki culture yang sama. Jadi, pemilih tidak terpengaruh dengan hal tersebut”. Karena, semakin cerdasnya masyarakat juga membuat politik tidak akan terganggu. (Dnt/Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *