FEMINISME DALAM KEMUSLIMAHAN. FEMINISME ? KESETARAAN ATAU FITRAH?

Dua Peserta kajian yang mendapatkan bingkisan dalam acara Welcome Party ICE

FE, (23/3). Feminisme (Kesetaraan Gender atau Fitrah Perempuan) merupakan tema yang diangkat dalam acara Welcome Party yang diselenggarakan oleh Kemuslimahan ICE. Feminisme sendiri bisa diartikan Gerakan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Gerakan ini sudah dikenal di Eropa terkait banyaknya warga yang berjenis kelamin perempuan dieksploitasi secara seksual dan menjadi korban perdagangan. Selain itu jika dilihat di Indonesia pada era emansipasi wanita yang digagas oleh R.A Kartini hingga menerbitkan satu buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Buku tersebut berisi mengenai perjuangan R.A Kartini untuk mendapatkan hak yang sama seperti laki-laki seperti di bidang pendidikan karena di saat itu perempuan tidak diperbolehkan keluar Rumah. Kegiatannya hanya sebatas memasak dan mengurus anak.

Sebenarnya Perempuan itu dimuliakan dalam Islam. Ada hadits yang berkata bahwa “Dunia itu adalah Perhiasan dan Sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholehah” (HR.Muslim). Menurut Merliana Oktavianlis S.Pd selaku pemateri mengatakan bahwa “karena perempuan itu perasa, dengan perasaan itu harus memberdayakan diri untuk berkarya”. Jika, dilihat dari banyaknya permasalahan mengenai eksploitasi perempuan khususnya di indonesia seperti ada beberapa produk iklan yang menggunakan model wanita di dalamnya. Meskipun tidak ada hubungan antara iklan tersebut dengan model wanita ini. Maka dari itu “Intropeksi diri, apa ada yang salah dari diri kita ? Seharusnya kita harus meneladani wanita seperti Maryam yang menjaga kesuciannya, Khadijah sosok perempuan yang tangguh, Asiyah istri Firaun juga, Fatimah anak Nabi Muhammad Sallalahu alaihi Wasalam” Ujar pemateri yang menjadi guru di salah satu Sekolah Swasta di Surabaya. Setelah pemaparan materi selesai ada beberapa serangkaian kegiatan yang membuat menarik yaitu adanya sesi tanya jawab juga pembentukan kelompok dengan menjelaskan Feminisme yang sudah dijelaskan pemateri. Adapun yang membuat acara ini berbeda dengan acara lain yaitu konsumsi yang disediakan cukup unik karena, Panitia ICE Kemuslimahan menyediakan Ice Cream untuk peserta yang datang. Selain itu menurut Dini Syahadatina salah satu mahasiswa Prodi Ekonomi Islam angkatan 2016 “Mungkin dalam acara tadi itu kurang update materinya, yang dibahas Feminsme di jaman Rasulullah saja. Sedangkan kita itu butuh informasi feminisme jaman sekarang itu seperti apa. Tapi, di sisi lain dengan adanya acara ini saya bisa mereview materi yang pernah saya dapatkan sewaktu mondok dulu”. Acara ini ditutup dengan pembagian hadiah dari dua pemenang Konsep Presentasi mengenai Feminisme yang diberikan oleh Henny Rahma Sari selaku Ketua Pelaksana dari Welcome Party juga Merliana Oktavianlis S.Pd selaku pemateri, dan sedikit penutup yang diberikan oleh Henny yaitu “Harapannya semoga muslimah-muslimah khususnya fakultas ekonomi dapat memilah dan memilih paham Feminisme itu cocok atau tidak untuk muslimah dalam prespektif Islam”. (Dnt) (ABS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *