Penolakan Revisi UU MD3

Spanduk bertuliskan DEMOKRASI RAKYAT = HARGA MATI berada di pertigaan BTN Unesa Ketintang.

Baru-baru ini isu proses revisi UU MD3 telah menjadi sorotan oleh para mahasiswa aktivis di Universitas Negeri Surabaya. Mereka membuat tulisan di beberapa sudut kampus Ketintang berisi  komentar-komentar yang ditujukan kepada para Dewan. Banyak spanduk bertuliskan “TIKUS BERDASI GILA TAHTA #DAMN” , “UU MD3 UNTUK SIAPA?” , “DEMOKRASI RAKYAT = HARGA MATI” itu semua adalah bentuk aksi serta komentar Mahasiswa Universita Negeri Surabaya.

“ Saya sangat tidak setuju dengan adanya revisi UU MD3 karena memang seharusnya ada ujii publik terlebih dahulu , kalaupun memang disetujui oleh Presiden pasti itu tidak mungkin karena nanti bisa saja lengser tuh presidennya” kata salah satu mahasiswa.

Mahasiswa lainnya juga mengatakan hal yang senada “ Saya sangat setuju dengan adanya aksi para mahaiswa Unesa karena memang mahasiswa merupakan penyambung lidah masyarakat“.

Proses legislasi yang ekslusif tanpa partisipasi warga ini telah membuktikan bahwa revisi UU MD3 hanya ditujukan untuk mempertebal proteksi dan memenuhi kepentingan diri anggota DPR. (Als/Sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *