Mahasiswa Dalam Bingkai Hari Ini

Oleh : Fajar Tri Septiono (s1 Ilmu Hukum)

“Idealisme adalah kekayaan yang hanya dimiliki Pemuda” -Tan Malaka-

Kalimat itu layaknya sihir, ketika mendengarnya, merasa menjadi pemuda utuh. Bangga dengan kata idealis.
Iya, negeri ini sudah jamak menulis sejarah yang digoreskan pemuda. 1912 K.H. Ahmad Dahlan beserta para Pemuda mendirikan Muhammadiyah. 1926 K.H. Hasyim Asyari berserta pemuda mendirikan Nahdatul Ulama. 1928 Sumpah Pemuda menggema di seantero Nusantara. 1945 Soekarno beserta Pemuda mengumandangkan Proklamasi yang didengar sampai penjuru dunia.
Betapa hebat peran Pemuda kala itu. Senada dengan perkataan Founding Father Republik Indonesia, Ir. Soekarno “Berikan saya sepuluh pemuda, maka akan kugoncang dunia”.

Pada masa milenial ini dan berkaca pada semangat juang pemuda tempo dulu, kerap kali membuat iri. Pemuda atau yang lebih bangga disebut mahasiswa seolah tumpul kepekaannya. Tidak ada lagi pojok-pojok diskusi pada sudut-sudut kampus. Kampus hari ini hanya tembok yang membelenggu. Mahasiswa terlalu asik duduk di bangku dalam kelas yang katanya sedang belajar.

Menjadi jagoan dalam kampus, tapi mandul dalam masyarakat. Konon agen perubahan, tapi tak ada satupun pergerakan. Mahasiswa rajin membaca, tapi dia lupa akan diskusi, dan ada satu SKS yang lagi-lagi dilupakan, yaitu AKSI. Tidak akan ada apa-apa jika kita tidak berbuat apa-apa.

Menolak tunduk dan bangkit melawan. Karena mundur adalah pengkhianatan.!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *