Kapan Bidikmisi Cair?

KAPAN DANA BIDIKMISI CAIR ?
Oleh : Danita Astri Utami
Pertanyaan ini sudah sering dilontarkan oleh para sobat missquen di Universitas Negeri Surabaya hehe enggak becanda para pejuang biaya hidup kuliah maksudnya. Lantas sampai kapan kami harus menunggu jawaban yang membahagiakan ini ?
Beberapa jam lagi tepat bulan Maret akan berakhir. Harusnya hari ini bisa dipastikan saya dan teman-teman sudah menerima bahkan memenuhi kebutuhan hidup minimal sebulan ke depan. Mengacu pada website resmi ristekdikti bahwa bantuan biaya hidup diberikan setiap semester. Bulan September untuk semester Gasal dan bulan Maret pada semester Genap. Kalimat berikutnya menyatakan bahwa Ketepatan pencairan dana sangat bergantung pada pengajuan Perguruan Tinggi. Sepertinya, sampai bulan Maret habis kami masih belum menerima kabar menggembirakan tersebut.
Sempat, 2 hari yang lalu, salah satu mahasiswa bidikmisi membagikan kiriman terkait perkembangan pencairan dana bidikmisi Unesa. Dari lima tahapan yang ada, perguruan tinggi hanya harus melakukan tahap pertama saja yakni, mengirimkan SK/ Surat terkait daftar penerima bidikmisi disertai data pendukung (Pelaporan IPK dan atau softcopy data penerima dan rekening). Faktanya, memang sudah selesai dalam proses permohonan, tetapi masih harus menunggu persetujuan dari Belmawa apabila seluruh berkas sudah lengkap. Membutuhkan waktu paling lama 2 minggu untuk menginformasikan bahwa berkas tersebut sudah lengkap atau memang masih ada yang harus dipenuhi.
Pada bulan April kali ini, selain akan rawan prank antar manusia juga akan dipenuhi dengan pengharapan. Jadi, saya disini hanya mewakili perasaan teman-teman bidikmisi dan mengingatkan birokrasi kampus agar tidak menciptakan suasana haru seperti ini lagi. Ini sakit. Kita berbeda. Apa yang bisa dilakukan untuk terus bertahan hidup pada keuangan yang terbatas? Kalaupun kerja tak diperbolehkan?
Informasi pada akun instagram dibelmawa beberapa bulan lalu, bahwa mahasiswa penerima Bidikmisi mendapatkan tambahan biaya pendidikan dan biaya hidup sebesar Rp.50.000, sehingga dari jumlah yang mulanya Rp. 650.000 menjadi Rp. 700.000,-. Apalah arti Rp. 50.000 kalau harus sengsara dulu? harus tak pulang kampung dulu? harus puasa dulu? harus menangis dulu? harus sakit dulu? bertahan dengan kondisi penuh ketidakpastian itu berat. Saya kira “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” hanya berlaku pada awal masuk kuliah memperjuangan proses administrasi dan belajar agar lolos test masuk saja. Ternyata tidak semudah itu ferguso. Huhhhh.
Kenyataannya, bidikmisi yang diberikan keseluruhan selama satu semester semata-mata tidak melulu untuk biaya hidup mahasiswa itu sendiri. Salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum angkatan 2016 mengungkapkan, bahwa pertanyaan “Kapan Bidikmisi Cair?” sangat penting bagi kelangsungan hidup keluarganya. Keadaan sebenarnya kurangkai dalam kalimat sederhana
Kata Ayahnya :
Untuk menafkahi keluarga esok pun
harus meminjam uang tetangga..
Kata Anaknya :
Harus merelakan menjual buku semester lalu
Tak mahal, tapi cukup untuk beli sabun dan makan seminggu ke depan..
Persediaan mie instant tak jadi pertimbangan..
Kondisi kepepet acuh Kesehatan..
Jarang beli camilan, sampai datang waktu cairan..
Tugas numpuk cari utangan percetakan..
Terkadang sekalian..
Menahan rasa lapar dahaga untuk berpuasa
Mampir ke mushola, sholat hingga menunggu waktu berbuka
Ada ta’jil biasanya..
Kata Ibunya :
Uang sisa berapa ?
Cukupkah ?
Fokus kuliah saja. Kami tak apa..
Bersyukurnya, meskipun telat hanya sehari? Pastinya saat-saat seperti ini kamu akan lebih dekat dengan Tuhan, Sang Kuasa akan harta, manusia dan dunia. Petunjuk agar jangan sampai melupakan-Nya. Sebenarnya masih ada beberapa cerita yang lainnya lagi? Tapi tak mau diungkapkan. Kalau mau diabadikan dalam tulisan jangan malu berbagi perasaan. Semoga besok cairan.

KONSPIRASI MEDIA SEBAGAI PERS KONSTRUKTIF

Oleh : Riky Rakhmadani

Sumber Gambar : https://geotimes.co.id/wp-content/uploads/2018/03/06

Media merupakan suatu perantara penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan dengan maksud memberi informasi. Dengan media, mengantarkan kita pada sebuah wawasan informasi yang menambah pandangan kita terhadap suatu hal. Media sangat penting diperlukan tatkala menjadi sebuah referensi atau rujukan yang informatif. Kerangka media menyediakan ruang dan sisi sebagai bagian dari perkembangan media. Media sebagai sebuah industri budaya modern yang di dalamnya mengandung makna komodifikasi ekonomi komersial. Terlepas dari dampak positif dan negatif dari media itu sendiri, permasalahan media muncul tatkala kemunculan media itu tidak dipergunakan sebaik-baiknya dan secerdas-cerdasnya sehingga menimbulkan pola destruktif di masyarakat. Ya, kemunculan media sebagai transmisi pesan harusnya menjadi gerbang utama dalam menyalurkan dan menginformasikan informasi kepada khalayak atau umum sehingga menimbulkan umpan balik (feedback) yang baik pula. Kecanggihan media dari waktu ke waktu tidaklah bisa kita pungkiri.

Lanjutkan Membaca…

ORIGAMI DEMOKRASI MENANG KALAH

Oleh   :  Ahmad Baharuddin Surya
sumber : https://pxhere.com/id/photo/901984

Ketika berbicara mengenai Demokrasi memang tak ada habisnya. Dari perspektif manapun, baik dan salah, semuanya bisa dikendalikan menurut keinginan orang yang melihatnya. Baik salah merupakan kata nilai yang digunakan merapoti suatu hasil yang sebelumnya sudah dilakukan pengamatan berlanjut. Jangankan baik dan salah, kebenaran bisa salah jika kebenaran tidak pada tempatnya. Sebaliknya, kesalahan bisa menjadi benar jika kesalahan itu dibutuhkan. Bahkan juga dilihat dari siapa yang membawa kebenaran itu. Contohnya seseorang yang mempunyai bawahan, kelompok, umat, dan pengikut. Ketika kebenaran sudah tidak pada tempatnya, akibatnya kesalahan menjadi sesuka hati ditempatkan pada posisi manapun, lebih kejam saat dia mampu menunggangi kebenaran itu sendiri. Ditutup-tutupi oleh tipu daya, seolah-olah membenarkan yang seharusnya tidak perlu adanya pembenaran.

Lanjutkan membaca ORIGAMI DEMOKRASI MENANG KALAH

Aksi SMPPF Menuntut Realisasi Kampus Anti Penindasan

March di jalan gedung Rektorat Unesa menuju selasar gedung rektorat Unesa.

Unesa – Kamis (15/11), puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Perjuangan Pekerja Foodcourt Unesa (SMPPF Unesa) melakukan aksi demo guna menyampaikan permasalahan yang dihadapi oleh sembilan pekerja foodcourt tentang gaji yang belum dibayar selama dua bulan. Aksi tersebut dilakukan di dua tempat, yakni di depan gedung Fakultas Ekonomi dan lobby rektorat kampus Lidah Wetan.

Lanjutkan membaca Aksi SMPPF Menuntut Realisasi Kampus Anti Penindasan

Nalar Kritis Mahasiswa